Budaya itu awalnya rumah tempat orang merasa punya akar punya bahasa untuk pulang punya cara untuk saling memahami politik datang sebagai jalan seharusnya jalan untuk mengatur hidup bersama agar yang lemah tidak diinjak agar yang kuat tidak semena-mena tapi di banyak tempat politik sering lupa menjadi jalan lalu berubah menjadi panggung di panggung itu budaya dipakaikan kostum dipilih mana yang cocok untuk tepuk tangan mana yang bisa dijadikan slogan mana yang bisa jadi alasan untuk menang akhirnya budaya tidak lagi didengar budaya hanya dipakai kita melihat tarian dipanggil untuk kampanye lagu daerah dijadikan backsound kemenangan simbol-simbol suci dipinjam untuk menakut-nakuti bahkan pakaian adat dijadikan garis pemisah seolah yang berbeda tidak pantas duduk satu meja padahal budaya itu bukan alat untuk memukul budaya itu bahasa untuk merangkul yang lebih pelan tapi lebih berbahaya ketika politik tidak hanya memakai budaya tapi mengubahnya mengganti makna menjadi narasi mengganti sejarah menjadi selebaran mengganti kebijaksanaan menjadi konten dan ketika budaya sudah jadi konten orang-orang mulai bertengkar bukan karena luka sungguhan tapi karena potongan-potongan cerita yang dipelintir di titik ini kita harus jujur politik tanpa budaya akan kering budaya tanpa politik akan rapuh keduanya memang bertemu tapi pertemuan itu harus beradab politik boleh belajar dari budaya belajar sabar belajar tata krama belajar bahwa menang tidak selalu berarti benar dan benar tidak selalu harus berteriak budaya juga boleh berdialog dengan politik agar kebijakan tidak buta rasa agar aturan tidak mematikan ruang hidup agar negara tidak kehilangan wajah manusia yang perlu kita jaga adalah batas budaya jangan dijadikan senjata politik jangan dijadikan alasan untuk membenci kalau suatu hari kamu melihat budaya dipamerkan besar-besaran tapi orang-orangnya tetap miskin tetap tak didengar tetap tak punya ruang maka mungkin yang sedang diangkat bukan budayanya melainkan kepentingannya dan kalau suatu hari kamu melihat orang berpolitik memakai identitas budaya untuk merendahkan yang lain ingatkan pelan-pelan budaya yang mulia tidak lahir untuk menghina budaya itu rumah politik itu jalan rumah butuh jalan yang rapi jalan butuh rumah yang hangat kalau keduanya saling menjaga kita tidak hanya punya negara kita punya peradaban