Saya berasal dari Sumenep, Madura—sebuah kota kecil yang menyimpan banyak cerita. Dari sana, perjalanan saya dimulai sebagai penulis yang mencoba memahami hidup lewat kata. Saya, Ali Muhsi Kemal, tumbuh dengan keinginan sederhana: menulis sesuatu yang bisa dirasakan, bukan hanya dibaca.

Hari ini, perjalanan itu membawa saya ke Makkah, di mana saya berkhidmah sebagai muthawwif sekaligus tetap menulis melalui Renung Aksara.

Menjadi penulis asal Sumenep mungkin bukan hal besar di mata dunia, tapi bagi saya, ini adalah cara untuk tetap terhubung dengan akar dan makna.

Tulisan-tulisan itu bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang perjalanan—tentang pulang, tentang lelah, dan tentang harapan.

Lihat juga profil lengkap Ali Muhsi Kemal.

Ditulis oleh Ali Muhsi Kemal, penulis asal Sumenep, muthawwif di Makkah, serta programmer dan app developer.