Menjadi muthawwif di Makkah bukan hanya tentang pekerjaan, tapi tentang amanah. Saya, Ali Muhsi Kemal—seorang muthawwif asal Indonesia yang berkhidmah di Makkah— menjalani hari-hari dengan mendampingi para jamaah dalam perjalanan spiritual mereka di Tanah Suci.
Sebagai muthawwif, tugas saya bukan hanya mengarahkan, tapi memastikan setiap langkah jamaah terasa lebih tenang, lebih paham, dan lebih bermakna.
Bagi saya, menjadi pelayan tamu Allah adalah perjalanan batin. Setiap hari adalah pelajaran, setiap jamaah adalah cerita.
Di sela itu, saya juga menulis dan mengembangkan aplikasi—sebagai seorang programmer— agar pelayanan bisa lebih tertata dan bermanfaat.
Lihat juga profil lengkap Ali Muhsi Kemal.
Ditulis oleh Ali Muhsi Kemal, muthawwif di Makkah, penulis Renung Aksara, serta programmer dan app developer.
Baca juga perjalanan saya sebagai penulis asal Sumenep.