Kadang…
kita tidak benar-benar capek.

Tapi rasanya…
seperti sudah terlalu lama berjalan.

Padahal langkah kita tidak jauh.
Tidak berat juga.

Tapi ada sesuatu…
yang terus berisik di dalam kepala.

Bukan tentang pekerjaan.
Bukan tentang aktivitas.

Tapi tentang pikiran
yang tidak pernah selesai.

Tentang harapan
yang terus kita paksa terjadi.

Tentang hal-hal
yang bahkan belum tentu datang.

Dan anehnya…
kita lelah hanya karena itu.

Lelah yang Tidak Terlihat

Ada lelah
yang tidak bisa dilihat siapa-siapa.

Tidak ada luka.
Tidak ada keringat.
Tidak ada tanda.

Tapi terasa penuh.

Seperti hati yang dipaksa terus berjalan,
tanpa diberi waktu untuk diam.

Kita ingin semuanya sesuai.
Sesuai rencana.
Sesuai harapan.

Dan saat itu tidak terjadi…

kita mulai merasa gagal.

Kita Tidak Lelah, Kita Terlalu Memaksa

Mungkin…
yang membuat kita lelah bukan hidupnya.

Tapi cara kita menjalaninya.

Terlalu ingin cepat.
Terlalu ingin selesai.
Terlalu ingin semuanya baik-baik saja.

Padahal hidup…
tidak pernah seperti itu.

Selalu ada yang meleset.
Selalu ada yang tertunda.
Selalu ada yang tidak sesuai.

Dan di situlah…
kita mulai kehabisan tenaga.

Kadang kita tidak butuh jawaban.
Tidak butuh solusi.

Kita hanya perlu berhenti sebentar…
dan menerima.

Seperti yang pernah kutulis,
tentang belajar sabar dan menerima

bahwa tidak semua harus kita paksa.

Mungkin…
kita tidak benar-benar lelah.

Kita hanya belum belajar
untuk berdamai.

Tidak semua harus selesai hari ini, tidak semua harus sesuai. Kadang… cukup dijalani.

Dan pelan-pelan, kita akan sampai.