Ada masa ketika hidup terasa berjalan lebih lambat daripada kehidupan orang lain.
Mereka sudah sampai di tempat yang ingin kita tuju. Sudah menemukan pekerjaan yang mapan, menyelesaikan karya besar, atau memiliki sesuatu yang masih kita perjuangkan. Sementara kita tetap berada di sini—menata ulang rencana, menguatkan hati, dan mencoba melangkah sekali lagi.
Pada saat seperti itu, mudah sekali menganggap diri tertinggal.
Padahal, tidak semua perjalanan sedang menuju tempat yang sama.
Ada orang yang memang harus tiba lebih dahulu. Ada pula yang perlu melewati jalan panjang agar ketika sampai, ia tidak hanya membawa keberhasilan, tetapi juga pengertian.
Aku belajar bahwa hidup bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat terlihat berhasil. Hidup adalah perjalanan untuk menemukan apa yang benar-benar layak diperjuangkan—dan siapa yang ingin kita bawa manfaatnya ketika Allah memberi kesempatan.
Beberapa tahun terakhir mempertemukanku dengan banyak orang. Ada yang datang membawa harapan, kelelahan, kebingungan, bahkan doa-doa yang tidak sempat mereka ceritakan. Dari perjalanan dan pelayanan itu, aku memahami satu hal: sesuatu yang terlihat sederhana bagi kita bisa menjadi pertolongan besar bagi orang lain.
Menunjukkan arah.
Menjawab pertanyaan dengan sabar.
Membuat sistem yang lebih mudah digunakan.
Menulis beberapa kalimat yang membuat seseorang merasa tidak sendirian.
Mungkin dunia tidak selalu menganggapnya sebagai pencapaian besar. Namun manfaat tidak pernah hanya ditentukan oleh seberapa ramai sesuatu dibicarakan.
Karena itu, aku tidak ingin lagi memaksa semua hal tumbuh dengan cepat.
Tulisan perlu waktu untuk menemukan kejujurannya. Karya perlu diuji agar benar-benar berguna. Manusia pun perlu melewati banyak keadaan sebelum memahami alasan di balik perjalanannya.
Jika hari ini langkahmu terasa lambat, jangan buru-buru menyebut dirimu gagal.
Boleh jadi Allah sedang menjauhkanmu dari tujuan yang hanya terlihat indah. Boleh jadi Dia sedang membentuk kemampuan yang kelak dibutuhkan orang lain. Atau mungkin, perjalanan yang panjang itu sedang membuatmu lebih rendah hati ketika akhirnya tiba.
Teruslah berjalan.
Tidak harus tergesa-gesa. Tidak perlu terlalu sibuk membuktikan diri. Cukup pastikan bahwa setiap langkah menjadikanmu lebih jujur, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Allah.
Sebab pada akhirnya, yang penting bukan seberapa cepat nama kita dikenal.
Yang lebih penting adalah: ketika kesempatan datang, apakah keberadaan kita benar-benar membawa kebaikan?